Rabu, 20 November 2013

De-Cret




De-Cret

^-^Telah lulus sensor^-^

Nama tokoh dalam karya fiksi ini tidak ada hubungan dengan dunia nyata

Jadi jangan terlalu di fikirin kalo nggak mau cepet botak

Jadi tolong diingat ini hanya sebuah karya fiksi (bobohongan).


Tempat salah satu perkumpulan putih abu-abu yang sudah terkenal keseluruh pelosok kota Karawang , yaitu SMA Negeri I Pedes, ya walaupun lebih dikenal dengan SMA Karangjati, yang disebabkan karena letak geografisnya di Desa Karang Jaya. Disinilah bertahan hidup empat orang sahabat berstatus HiQuJo (hight quality jomblo), orang-orang yang tergabung dalam kelas jurusan IPA (Ikatan Pelajar Asyiiiik).


Hari-hari yang penuh sensasi mereka habiskan bersama. ke sekolah, ke kantin, ke warnet, ke mesjid, ke Bayur, ke Rengas Dengklok, ke dalam WC (eh maaf yang ini mah engga) hampir selalu bersama. Bagaikan pinang dibelah 4, walau tak lepas dari fakta bahwa mereka ini makhluk Tuhan yang Gokil, mereka senantiasa mentaati tata tertib sekolah. Karena Terlambat masuk kelas jam 07 pagi walaupun lewatnya setengah detik saja harus jadi “cleaning servis” WC menanti, yah itulah kehebatan SMAN I Pedes, siswa terlambat, dapet hukuman bersihin WC.


Empat orang aneh yang mempunyai hobi “MAEN PZ ” itu adalah : 1. Asep Rusadi Ahmadiah Habibie yang biasa di panggil Brow sama temen-temen, padahal orang tuanya udah capek-capek bikin nama ala sunda tapi gak ke-pake sama sekali. 2. Hadi Gunawan Ellote Emanuelizbekhz, cowok yang dikenal jutek dikalangan anak IPA, 3.Yadi Taulani Frizky Nugroho, cowok humoris yang agak nyeleneh dan 4. Jenal Al-Habiburrohmanudin Syakieb, ci cowok pinter yang kadang-kadang gokil n sedikit jaim. Nama mereka tidak cukup dikertas absensi, jadi harus dipendekin  secara sengaja tanpa ada paksaan. Empat remaja imut ini mendirikan geng yang berinisial nama yang gak jelas, geng “DE-Cret” kata yang salah pengucapan dari “that’s Right”  karena mereka yang gak jago-jago amat ngomong bahasa nggris, that’s right jadi “de-Cret. Namun ternyata sepertinya bukan mereka saja yang mendirikan geng, De-Cret adalah geng yang paling panjang nama-nama anggotanya. Dan mereka bersahabat antar sesama geng dalam perdamaian. Memangnya geng NERO? Yang suka nge-burning CD itu? Dih amit-amit!


>>>>>>> 

Asep Rusadi Ahmadiah Habibie, dipagi ini sedang berjalan santai menuju kelas yang ia huni, yaitu XI IPA I. kelas yang dikenal dengan kelas “beo” dikalangan guru-guru, karena siswa-siswi yang hidup di dalamnya mempunyai mulut yang monyong (ya nggak lah!!!). Itu karena orang-orang dari kelas ini banyak ngomong alias bawel.


hawa pagi nyaris membeku, gemercik air terus-menerus turun dari tadi malam.

“wah, gue datang paling pertama di sekolah ini. Paling ganteng di pagi ini” ujar Asep (Brow) merasa telah mengalahkan matahari.

Sebenarnya anak ini selalu datang pagi buta, dengan motor Tiger berwarna biru, motor yang sudah boncengin hampir semua cewek anak English Clab (EC), bukan karena dia play boy, tp karena hampir semua anak cewek menganggapnya sebagai tukanG ojek (udah rahasia umum) ^-^. Anak ini paling benci dengan kepalsuan (misalnya: uang palsu, rambut palsu, gigi palsu dll), sedangkan NARKOBA (Nasi Rames, Kopi, Bala-bala) adalah kuliner favorinya.


Ketika itu ada makhluk aneh yang menyisir langkah Asep (Brow) di belakangnya. Dia adalah Hadi(ellote) dan Yadi TF yang datang pagi-pagi demi mengincar ketepatan waktu dan menjaga title ‘DISIPLIN’ dijidat mereka.

“hai Brow, masih idup loe?” Hadi menyapa Asep dari belakang. Namun tidak ada reaksi kaget darinya.

“masih idup, semangat banget kalian? Kesambet asep Surabi?” Tanya Asep.

“ah enggak. Kita Kalo pagi buta emang gini. Mau sarapan disekolah cuy!” jawab Yadi.

“jomblo gak boleh kekurangan gizi. Empat sehat, lima sempurna, enam belajar ngitung.” Kata Hadi.

“lu udah sarapan Brow?” tanya Yadi.

“udah di rumah, sebenarnya gue juga bawa bekal makan siang, tapi tadi abis ditengah perjalanan kesini”

“dih bukannya bagi-bagi” yadi sewot.

“yaudah gue ke kelas dulu, gue piket nih! Mau bersihin WC cewek n cowok!” kata si Asep(Brow) dan diapun langsung pergi.

“yah mentang-mentang kelas dia paling deket WC. Kita ke kantin Had!” ajak Yadi.

Disaat jalan ke kantin, tiba-tiba seorang pemuda kusut mirip alien (meski saya belum pernah liat alien). Dengan sepeda motornya melesat cepat. Nyaris mencium bokong Hadi dan Yadi, tapi bisa dihindari dengan mudah karena mereka anak IPA. (apa hubungannya ya?). dan ternyata Pembalap (pemuda berbadan gelap) yang kurang ajar/wajib dihajar itu adalah Jenal.

“hey kampret! Lu nyaris nyeruduk bokong gue” teriak yadi.

Jenal yang udah markir motornya menyahut,

 “sory, gue ga tau kalo itu emang manusia!”

“lo piker kita bukan manusia? Makanya, kalo bawa motor itu jangan kebut-kebutan. Itu bisa mempersingkat umur elu, man! komentar Hadi (ELLOTE)

“iya iya sory! Duh gue belum sarapan, tadi Cuma makan tempe sama minum susu doang. Kayak di iklan, tempenya gue puter, dijilat, terus dicelupin,enak cuy!

“teu rame……!” komentar Yadi

“udah!, buruan sarapan! Gue pengen sarapan lagi,” ajak Hadi.


Setelah kenyang sarapan (lagi) di kantin, mereka menuju kelas dengan gaya yang meyakinkan, mereka memasuki kelas. JRENG_JRENG! De-Cret telah tiba! Dan melangkah hendak memasuki markas besar XI IPA 1.

Heiii.......WHOiiiii! Itu lantai udah capek-capek gue pel, malah kalian kotorin! BUKA SEPATUNYA!!!”

salah seorang petugas piket berwatak kasar memperingatkan (tepatnya mengusir) mereka diiringi sambitan sapu plus sepatu. De-Cret langsung ditendang ke luar. Mereka buru-buru bergegas melepas sepatu, dan akhirnya mendapat freepass memasuki kelas.


Oh iya hampir lupa, kita lihat dulu, pekerjaan si brow udah beres & WC-nya udah bersih apa belum.

“pagi hari mentari emas telah melambai-lambaikan sinarnya. Pancarn kehangat abstrak yang menjelmakan semangat dalam sukma para remaja belajar. Memberi semangat yang tiada terjemahkan waktu. Tiada batas meraih ilmu. Meski umur dilahap semu. Tataplah ilmu tiada batas. Created by Fany.”

Ucap si brow puitis. Dia membaca pusi yang tertulis di dinding WC murid cewek.

“Fany. Penulis puisi ini? Jorok banget. Nulis puisi d dinding WC. Tapi…romantis juga sih.”

Tba-tiba pintu dibuka,

 dasAR HDUNG BELANG!!!,” teriak seorang cewek yang mau hang on di WC itu.

“eh eh, hidung  gue gak belang!” protes si Brow sambil menghindar dari cewek itu yang menuju keluar.

“pergi............!!!” BELEDUG!!! Suara pintu di tutup kencang dan menghantam wajah si brow secara tidak terhormat.

>>>>>>>> 


Hadi Gunawan Ellote Emanuelizbekhz adalah anak yang paling misterius diantara De-Cret. Sebenarnya dia akrab dipanggil Ellote. (entah dari mana nama itu berasal) Kedudukannya sebagai KM di XI IPA 1 dilengserkan secara hina dan tidk terhormat. Apalah artinya KM, jika kerjanya hanya datang terlambat. Dalm satu mnggu dia pernah mencetak hatrick keterlambatan. Hukuman dari seksi kebersihan dia terima. Seksi kebersihan mengatakan bahwa Hadi harus membersihkan WC hingga septic tank bisa dipake ngaca. Ih, sadis! Padahal rumah si Hadi ini lumayan dekat dngan lingkungan sekolah, tapi justru karena dekat,dia selalu menyepelekan keberangkatan dengan selalu berangkat sekolah mepet waktu bel masuk. Itulah penyebab keterlambatannya. Namun disisi lain orang ini lihai berbahasa inggris. Entah kenapa, mungkin ia berguru pada Barrack Obama. Pernah Mendaftar pertukaran pelajar 2 kali, gagal 3 kali. Dan ia pantang berbohong. Hobinya nonton gong show, animasi Naruto, dan Opera Mini…eh Opera Van Java dan acara Tv lain yang berbau horror..eh, Humor! (salah melulu, yang ngetik naskahnya lagi ngantuk kali).


Cowok yang ‘kebetulan’ menjabat sebagai sekretars OSIS dan juga pemegang kuasa penuh terhadap SEKBID kesenian ini sedang single alias nge-Jomblo. Jadi orang-orng banyak ingin mendaftar pada Hadi. Tp Bukan ingin mendaftar jadi pacar dia, melainkan mendaftar untuk mengrimkan hasil seni biar bisa di tempel di MADING sekolah. Diantara para pendaftar, ada seorang cewek anak kelas X yang mengetuk pintu hatinya, membuat Hadi merasa ada gempa di jantungnya bila cewek itu didekat dia. Merasa bumi berputar lebih lambat jika dia melihatnya. Merasa jantungnya berdegup seirama alunan musik merdu yang romantis jika dia bersamanya, Cewek itu bernama Nikita Putry Raharja Diningrat. Hadi jatuh cinta pada pandangan kedua. Loh....? kenapa........?Karena yang ia pandang pertama kali secara tidak sengaja bukan nikita, tapi seorang pendaftar  yang ternyata banci.(ih amit-amit!).

Tanpa pikir lagi, ia langsung mencari informasi tentang Nikita dari berbagai sumber. Langsung serching lewat Google, nyari Dari daftar absensi anggota OSIS, kertas absensi kelas, kertas ulangan, kertas contekan, bahkan juga dari kertas nasi bekas Nikita jajan. (lebay) karena itu Hadi jadi mudah menjalin hubungan dengan Nikita hanya dalam waktu 3 hari.


Suatu hari saat pulang sekolah.

“hai Nik, pulang bareng aku yuk! Aku anter” ajak Hadi dengan ekspresi alis mata naik turun.^-^

“engga ah, ntar ngrepotin, kak,” Nikita menolak halus.

“emang pulang sama siapa?” basa basi Hadi perpanjang pembicaraan.

“aku dijemput papah, kakak emang gak ikut rapat OSIS?”  

Tanya Nikita, mengingat bahwa memang ada rapat inti OSIS disiang itu.

“emang ada rapat?” hadi pura-pura pikun dengan wajah salah tingkah.

Tiba-tiba ada suara melengking dari arah mesjid sekolah.

“Woy…....!!! Sekretaris yang gak bertanggung jawab! Kapan rapatnya mau dimulai??? Anggota udah kumpul semua nih!!!” suara Yadi membuka aib Hadi yang udah pura-pura pikun tadi.

“eh iya iya…” jawab Hadi sambil nyengir, ganggu aja ni (di jero hate padahal kesel pisan).

“ya udah kak, tuh papah udah dateng, aku pulang dulu ya^-^       “iya, hati-hati ya!” ucap hadi dengan so perhatian.


Perjuangan belum berakhir, keesokan harinya, Hadi mulai curhat pada ke-tiga temannya.

“oh....... Nikita Putry yang anak sepuluh tujuh tea?” ucap si brow dengan gaya berfikir menopang dagu.

“iya brow, tau kan?” Hadi balik nanya sambil memainkan botol green tea-nya.

“tau tau…yang bokapnya dagang cilok itu kan?” Brow menjawab yakin lalu melahap bala-blala.

“dih bukan! itu mah si Riyanti!” protes Hadi.

“emang pedekate elu udah nyampe mana? Jenal yang dari tadi asyik nyedot es jeruk ikut nanya.

“udah nyampe pedes!” Hadi asal jawab.

“yah elu becandanya jayus ah.”

“kenapa ga langsung nembak aja Had!?” Tanya Yadi yang saat itu lagi ngemut permen kaki.

“oh iya ya,” Hadi langsung memasang wajah dengan penuh strategi.

“ya udah, met berjuang, gue mau balik ke kelas dulu!” kata si brow sambil membayar bala-bala tadi

“oh iya, ada PR biologi kan?” Tanya Jenal mengingatkn.

eh iya ya, belum selesai kan?” Yadi Tanya balik.

YUK LARI KE KELAS!” anak-anak ini berlari menuju ke kelasnya.


Saat pulang sekolah di hari yang sama, Hadi sedang culak-cileuk (apa ya bahasa Indonesianya?) mencari Nikita. Ia berniat mengungkapkan perasaannya kepada Nikita. Tak lama kemudian, akhirnya ketemu.

“hai nik, kamu lagi buru-buru pulang?”

“enggak, kenapa emangnya?”

“kakak ada perlu sebentar sama kamu”

Hadi ngajak Nikita ke kantin dan mentraktirnya. Si Hadi ini baru dapat arisan, rupanya.^-^


>>>>>>>>>>>>>>Sesampainya di kantin.<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<


mau minum apa?”

“terserah kak Hadi aja deh,”

“ya udah, mang iis…jus melon dua!” Hadi menyebut nama pemilik kantin tempat mereka ngobrol.

“eh tadi ada perlu apa kak Hadi?” Tanya Nikita sambil meneguk minuman yang dipesan tadi.

“panggil aja kak Ellot, buat kamu gratis qoq.” ^-^

“^-^ …ada-ada aja ya, kak Ellot,” ucap Nikita Jenaka.

“oh ya, kamu rumahnya dimana?” tanya Ellot tanpa ragu,


Akhirnya terlelap pada obrolan panjang. Dan karena sudah panjang lebar mengobrol, mereka beranjak dari kantin dan menuju ke gerbang untuk pulang. Saat sedang berjalan, mereka terlihat  sungguh mesra. Ellot seolah-olah sudah menemukan arti hidupnya (lebay). Tinggal selangkah lagi Nikita akan jadi ceweknya.

Pada saat Ellot memikirkan hal itu, Nikita bertanya.

“eh tadi kakak ada perlu sama aku bukan Cuma mau ngajak makan di kantin aja kan? Apa hayo?”

“se…sebenarnya gini, kakak…aduh, gimana ngomongnya ya??? Susah.” Keberanian ELLOT meleleh karena gugup.

Hai Niki.......!” tiba-tiba seorang cowok berhelm biru racing dengan motor Kawasaki Ninja memanggil Nikita.

“nik......!”

“Hai kak Luki, tunggu ya!, ada urusan sebentar sama kak Ellot.” Wajah Nikita jadi cerah saat melihat Luki.

“…..........................??? Ellot terdiam dan heran”

“kak Ellot…masih lama gak? Pacar aku udah manggil tuh,”


BELEDUG! DUAR! BLANG! PELENTUNG! CEPROT! GUBRAG! Kira-kira begitulah suara jantung Ellot saat mendengar Nikita mengucapkan kata-kata yang bercetak tebal di atas. Dengan sisa sedikit keberanian dan sisa tenaga, Ellot mengucapkan kalimat cadangan.

“se, sebenarnya gini…kakak cuman mau gingetin besok ada rapat osis jam pulang sekolah, kasih tau teman-teman kamu ya! Yang gak hadir dikelitikin.”

Ellot merasa hatinya telah binasa terhantam baling-baling kapal helikopter yang sedang berputar kencang. Parahnya lagi, ternyata Ellot gak tau bahwa Nikita udah punya cowok.

“duh…kak Ell ini ada-ada aja dech.^-^ Masa bilang itu aja susah?” ujar Nikita Polos.

“ya Udah deh, itu aja, kamu boleh pulang sekarang.”

Kata-kata Ellot seakan-akan campuran dari segala perasaan yang tak menentu 20% sebel, 20% sedih, 20% kaget, 20% gemes, dan 20% diskon. (maksa...!).

“oke!, sampai jumpa, ya kak!”

Nikita kemudian dibawa pergi oleh pacarnya. Luki Sagara. Sedangkan Ellot menatap kekosongan tempat mereka berlalu. Tiba-tiba seseorang memegang pundak Ellot dari belakang.

“sabar Had, paling nggak lo beruntung karena dia gak tau perasaan lo.” Kata Yadi memegang pundak Ellot tadi.

“live must go on, cewek bukan dia saja” komentar dari si brow.

“ayo kita balik, gue harus jaga konter!” ajak Jenal.

Ellot terdiam sejenak menatap ketiga sahabatnya.

“paling nggak gue masih punya kalian! Hahha. Ayo balik! Banyak pe-er!”

Ia pun bersikap ceria dibalik sedih. Seperti api dalam balok es.


>>>>>>>>>> 

Yadi Taulani Frizky Nugroho, manusia paling Gokil dantara De-Cret yang lainnya. Sekilas dilihat wajahnya kolot tapi umurnya emang paling kolot dintara De-Cret. (gak penting) Memiliki hobi tertawa. Penampilannya yang selalu kusut merupakan cirri khasnya. Unggul dalam beberapa pelajaran tertentu. Dialah anggota De-Cret yang palig lama nge-jomblo setelah si Asep(brow). Dan tampaknya di waktu istrahat ia sedang memakan bakso di kantin. Saat itu brow datang, siap memesan makanan dengan uang berwarna merah, hjau, biru dalam dompetnya.

“cuy, lu gak ngajak-ngajak, makan sendirian?” Tanya brow

“ah helu huga halo mahan gah ngahak-ngahak!” jawab Yadi sambil ngunyah bakso panas.

“betewe, mana makhluk peliharaan kita? Si Jenal sama si Hadi?”

“si Jenal tadi lagi ngecengin cewek anak kelas dua belas, si Hadi lagi dikejar-kejar fansnya sampe ke WC.”

Tiba-tiba si brow bersn,

“HUACIH!” semburan limbahnya mengenai bakso yang sedang dimakan Yadi.

“waduh Brow!!! Lu udah nyebarin virus ke dalam makanan gue!!!” Yadi sewot

“eit, sory man!, gue nggak sengaja, bersin kan gak bias di predksi, kalo gempa bisa.”

“ah elu brow!!! Mie gue jadi seken!” ucap Yadi sambil manyun.

seken? Lo piker hape??”

“beliin gue satu porsi lagi!”

“oke oke, gampang! Mang iis!!! bakso special dua porsi oke! Jangankan semangkok mie, kantinnya juga bisa gue beli Yad!” ujar brow bangga.

“eh betewe, kasihan juga ya si Ellot kemarin, ternyata si Nikita udah punya cowok.” Brow buka pembicaraan.

“wah itu sih DEDI alias derita dia brow,” ucapan YAdi dilanjutkan dengan meneguk es teh yang  di pesan si brow tanpa rasa bersalah.

“woy.......!!!, ngomong sih ngomong, tapi es teh gua tuh…” protes si brow.

“hehehe” Yadi cuman nyengir.

“lo juga sebaiknya nyari cewek juga Yad!” lanjut si brow. Jangan gelut sama rumus terus, tar  otak lu nyengsol!”

“sebenarnya gue udah punya inceran brow,” wajah Yadi mulai serius.

“what...??? Tampang kos  pelawak kitu punya inceran???”

“yeh sompret!, serius sob.”

“siapa orangnya? Cewek or cowok???” Tanya si brow sedikit ngece.

“tar deh lo liat sendiri.”

“ooh ya udah deh, sekarang isi perut dulu!, met dahar!”


Pas udah bel jam pelajaran terakhir, Ellot dan Jenal pulang naik Suzuki karimun Estilo berwarna hijau punya si Ellot yang dapet dari hadiah gosok ale-ale, sedangkan Yadi yang kebetulan gak bawa kendaraan hendak nebeng Tiger birunya si brow. Yadi dan brow berjalan dengan santai menuju tempat parkir. Tanpa disengaja, Yadi bertabrakan dengan seorang cewek anak kelas X.

“ups, maaf gak sengaja,”

“ah gak apa-apa, aku juga nggak hati-hati” jawab cewek itu.

“loh, kamu kan Gita Pharamita dari kelas sepuluh satu, kan?” brow ternyata tau nawa cewek itu.

“iya,” jawab Gita heran dan sedkit malu.

“serius? Yang dapet penghargaan sebagai siswi yang paling aktif waktu MOS?” ucap Yadi penasaran.

“iya, eh maaf ya kak, aku lagi buru-buru.”

“ya, sampe jumpa,” kata si brow.

Di perjalanan di atas motor si brow, Yadi langsung mengeluarkan unek-unek dalam hatinya.

“itu tadi brow cewek inceran gue!”.

“hah? Si Gita yang tadi itu?” brow keheranan.

“iya brow, dia cakep ya!”

“iya, mirip nenek gue waktu Teenage. Terus gimana rencana elo?”

“besok mau langsung gue uber! Gue gak bakalan berakhir tragis dan ironis kayak si Ellot. Lagi pula gue bisa nebak sikapnya si Gita tadi. Kemungkinan dia suka sama gue” ujar Yadi yakin.

“hmmm guee dukung deh, tar gue tunggu nasi uduknya.”

“yaelah…,lo makanan mulu.”


Esok haripun tiba. Di hari yang panas terik ini, De-Cret tampak tidak bersemangat. Terutama si Ellot yang konon katanya trauma dengan kejadian kemarin-kemarn. Yah apa boleh buat, kotoran kambing bentuknya bulat. Ellot memang kurang memperhtikan targetnya, tak dissangka Luki Sagara (teman main ular tangga Ellot semasa kecil) adalah cowoknya si Nikita.


Ketika berjalan-jalan dari kelas menuju ruang UKS, banyak cewek-cewek fans De-Cretz yang menghadang mereka.

“kang Jenal! Kak Ellot! Mas Yadi! Aa Brow, aaaa......!!!

Teriakan fans-fans De-Cret antusias menyambut mereka. Ada yang meminta tandatangan kang Jenal, ada yang tergila-gla sama a ellot, ada yang minta dicium mas Yadi dan ada juga yang nganjuk pulsa sama aa Brow. Si donatur pulsa De-Cret.

Dan ternyata dugaan Yadi benar, yang ia bincangkan dengan Brow kemarin tentang Gita. Dia ternyata naksir sama Yadi Taulani Frizky Nugroho.

Saat di kerumunan Fanz-fanz De-Cretz, diantara fans’y Yadi, ada cewek nekat nyatakan cinta. Dan Parahnya, pada saat itu gita menyaksikan kejadian di hari itu. Kejadian yang tidak sesuai harapan Yadi.


“aa Yadi, mau gak jadi cowok aku?” tanya cewek tadi yang nekat.

“cieeeeeeee…” sindir Brow, Ellot dan Jenal.

“ih, diem kalian, tuyul-tuyul! Ehm…gimana ya?”

Ketika itu YAdi melihat Gita pergi meninggalkan kerumunan fans De-Cret dengan wajah pundung. Oh tidak, lalu Yadi melepaskan diri dari kerumunan fansnya dan mencari-cari Gita. Tapi sialnya, pencariannya tidak ada hasil. Sedangkan cewek yang tadi nembak itu dikacangin sama si Yadi. Tapi tiga anggota De-Cret yang lain malah enjoy menikmati ketenarannya masing-masing.

“uh sial.........!” ucap Yadi kesal sambil memukul tembok. Dan ia meringis kesakitan

“aduuuuuh”

Yadi kembali setelah waktu istirahat berakhir. Pastilah dengan wajah kusut andalannya. Hanya saja kali ini wajahnya lebih kusut dari benang kusut dan lebih jelek dari amoeba.

“si Yadi gak biasanya, siaga satu Had, sebelum gunung merapi meledak.” Bisik Jenal ke Ellot

heu’euh, setuju!” jawab Ellot, Lalu mereka berdua pergi ke ruang osis meninggalkan Yadi sendiri.


Nah, pas pulang sekolah si Yadi mau menjelaskan rasa yang ia rasakan sesungguhnya kepada Gita. Dan menjelaskan juga bahwa kejadan di waktu istirahat tadi tidak di rekayasa. Ya memang! Pokoknya si Yadi menolak cinta dari cewek tadi, meskipun tidak terlisan.

Nah, tu dia Gita ketemu! Jangan sampai lolos Yad! Dalam hati yadi.

Saat Yadi sudah mendekti  Gita yang berbelok menuju koridor depan, deket ruang piket Guru, ada seseorang yang brjalan sambil memanggil menghampiri Gita lebih dulu daripada Yadi. Seprtnya dia teman deket Gita, Yadi menahan langkhnya, mendengar suara perckpan.

“ku pengen kamu tau Ta, aku suka kamu, dan aku sayang kamu.” Suara seorang cowok.

“sialan...!!! Siapa itu yang nembak si Gita?” teriak Yadi dalam hati,

Ternyata cowok itu adalah Umar Hasanudiansyah, cowok gondrong yang selalu berhsil meloloskan diri dari razia rambut (rambut kepala, bukan rambut yang lain!)

“ehm…gmana ya…?” Gita tampak ragu dengan keadaan ini. Mungkn ia tak tahu kalau Yadi menolak cewek tadi. Sehingga dia merasa tidak akan punya kesempatan untuk menjadi ceweknya a Yadi.

“Gita…........ Umar Hasanudiansyah berkata penuh pengharapan sambil menatap wajah Gita penuh arti.

m....... i……iya, aku terima.” Wajah Gta menunjukan senyum. Umar Hasanudiansyah juga tersenyum.

Saat Yadi mendengar apa yang diucapkan Gita, hatinya serasa muruluk bagaikan debu. Jantungnya berdetak-detak pertanda dia masih hidup. Sedangkan tarikan nafasnya menjadi 3x lipat lebih  cepat. Keringat dingin sedingin balok es batu brsuhu 2500 kelvin keluar menetes dari pori-pori keningnya. Pergelangan tangan dan kakinya bergetar seperti HP.

Kemudan Gita dan Umar berdua pergi tanpa menyadari kehadiran YAdi saat itu. Dan karena Yadi tidak mau mengganggu kebahagiaan Gita, ia tidak mengejarnya. (so sweet)

Yadi berjalan putus asa menuju motor Suzuki Smash-nya dan pulang dengan kecepatan kuda lumping ngamuk sebagai pelampiasan perasaannya.


Ketika itu, sisa anggota De-Cret yang masih bertahan hidup melihat keadaan Yadi.

“kenap lagi tuh anak?” kata Ellot sambil minum jus melon.

“pasti gra-gara kejadian pas istiraht tadi,” kata Jenal. Sambil ngemut permen kaki.

“udah deh,jangan dulu nyamperin dia, tar bisa-bisa muka kita babak belur.

 Had, Nal, kita balapan ah! Di bunderan yang mau ke cibuaya tea, yang kalah besok mesti traktir soto ayam plus es teh!” kata si Brow sambil menunjukan ekspresi lapar yang bisa muncul kapan saja.

“okay!” jwab Ellot dan Jenal.

Mereka menuju tempat parkir. Mereka merasa tak perlu ikut campur urusan Yadi. Karena yakin bahwa suatu saat dia akan menemukan cintanya.


>>>>>>>>>> 



Di malam yang sunyi................


“Astagfirulloh............!!!”

Brow terbangun dari tidurnya di ruang Osis SMANSAP, (walau dia bukan anggota OSIS seperti ketiga sahabtnya) malam ini dia menginap di sekolah.

“huh…! Cuman mimpi. Ada di stasiun mana tadi…?, padahal gue harap bisa mimpiin sang penyair WC yang suk nulis pusi di tmbok toilet.”

Kemudian dia melanjutkan tidurnya untuk terbangun lagi pagi nanti.

Keesokan harinya............

“huuuh… gue mimpi tadi malem kalian berdua tewas ditabrak kereta api. Ellot ditbrak kereta api muatan barang, Yadi ditabrak Argo Bromo, Jenal sama gua doang yang hampir ketabrak. Kata si Brow saat De-cret kumpul di waktu istirahat.

“kenapa nggak Honda jazz aja yang nabrak gue? Pilih mimpi yang bagusan dikit ke?” bacot Ellot

“apa artinya ya?”  kata-kata Jenal penuh Tanya??

“mungkin artinya lu harus menyelamatkan diri. Diantara kita cuman lu berdua doang yang belum gagal cinta. Di dalam mimpi aja lu berdua doang yang belum ketabrak kereta api”. jelas Yadi.

“ah gue mah bodo amat, cuman mimpi” Jenal dengan cueknya.

“tapi menurut gue ada benarnya juga Yad, mungkin gue gak bakal gagal kayak kalian kalo masalah cewek.” Saut Brow

Singkat cerita,

Kemudian Brow lari menuju WC hendak berekskresi membuang sisa metaolisme disana. Tapi saat sedang menuju WC, dia melihat seorang cewek sedang memegang sepidol di depan tembok sebelah WC cewek. Seperti berniat untuk menulis di tembok tersebut, Brow kaget dan berniat untuk memanggilnya.

“hei! Kamu Fany, kan? Sang penyair tembok WC?”

Cewek itu kaget dan langsung pergi menuju belakang kelas yang sepi dan kosong. Brow mengejarnya. Namun Berkali-kalipun Brow mengejar , cewek itu selalu menghindar. Nah, pas cewek itu berbelok menuju belakang kelas yang lain, Brow sudah hafal betul kalo di situ adalah jalan buntu yang 100% tidak akan bisa melarikan diri. Tapi Saat Brow menghampirinya, tidak ada siapapun disana. Hanya sepidol tergeletak dengan tutup yang terbuka. Dan ada sebuah tulisan misterius yang tertulis diatas lantai.

aku hanyalah sebuah kebohongan dalam kenyataan. Keberadaanku hanyalah titik-titik embun di pagi hari. Fany Irmawati Sukmawanihardza.”

Brow membaca tulisan di atas lantai itu.

“sulit dipercaya…” kata si Brow dengan seribu Tanya dalam benaknya. Sampai sempat lupa kalo dia mau buang air.(padahal lagi mules banget) Dia segera berlari menuju WC setelah membwa sepidol yang tergeletak tadi. Setelah puas membuang hajat, dia langsung melihat tembok WC yang ada tulisan puisi kemarin.

apa....???,,,mustahil..!!! Puisinya hilang?” teriak si Brow, dia benar-benar kaget dan merinding. Apkah yang ia lihat beberapa menit lalu itu juga adalah hantu??? Hantu seorang cewek yang suka corat-coret...???

“Oh…………iya, gue lupa!!!, kemarin kan tembok ini baru di cet lagi…hehehehe

Dasar si Brow! Kenapa bilang gitu? Padahalkan pembaca udah tegang karena cerita mulai berbau horror.^-^


Setelah itu Brow segera keluar sebelum ada suara yang menyebutnya ‘hidung belang’. Dia langsung pergi ke ruang BP dan bertanya pada ibu Nurul, guru BP yang baik hati dan tidak sombong.

“bu mau Tanya, siswi yang namanya Fany Irmawati Sukmawanihardza, dia anak kelas berapa?”

“Fany? Ngawur kamu! Wong dia udah meninggal 1 tahun yang lalu” jawab ibu nurul.

hah...??? apa!? Masa? Ilok? Piraku? Kenapa dia meninggal bu?” Tanya si Brow tegang.

dia sakit, kanker paru-paru, dan dia di temukan meninggal di dalam wc murid cewek Jelas Bu Nurul.

“jadi…dia udah nggak sekolah lagi di sini?”

“ya iya lah nak Asep” (karena para guru tidak memanggilnya dengan sebutan Brow)

“Hm…ya udah, mkasih bu,” ujar si Asep yang kemudian pergi dari ruang BP.


Esok harinya, sekitar jam 06.45 pagi, si Brow berjalan menuju WC misterius itu. Membawa sepidol yang kemarin. Saat tiba disana, pintu WC tertutup. Sebenarnya ia hendak mengembalikan sepidol itu kepada arwah Fany. Ia melempar sepidol itu lewat lubang ventilasi WC.

“............PELETUK!!! Sepertinya sepidol jatuh mengenai makhluk hidup.

“aduh!!! Siapa di luar? Iseng banget sih!” teriak cewek di dalam WC.

Si Brow kaget ½ mati,

hah...!!! ya ampun! maaf, kirain gak ada orangnya.”

Kemudian pintu WC terbuka. Dan lagi-lagi mengagetkan si Brow.

“Fa........fany???”

Tanya si Brow heran!.

“Fany itu sodara kembar aku! Dia udah meninggal!, kata cewek itu judes dan kemudian berjalan keluar.

“ja,,,,, jadi kamu sodara kembar Fany? Pantesan mirip.” Tanya si Brow, dan Cewek tadi hanya bersikap jutek sambil melanjutkan langkahnya.

Brow kemudian memasuki WC cewek. Anehnya dia tidak menemukan sepidol yang ia lemparkan tadi. Entah kemana perginya. Ia benar-benar heran dengan kejadian ini. Mungkinkah ini ada hubungannya dengan mimpi yang pernah ia alami sebelumnya? Kalau begitu apa hubungannya kereta api dengan WC? Setelah sejenak berfikir, Brow langsung berlari dari WC itu dan mengejar cewek tadi.

“ehm, maaf, siapa nama kamu?” Tanya si Brow

“Fury Irmawati S, emang kenapa?”

“kamu bener bukan Fany? Pertanyaan yang memaksa.

“bukan...!!!, ih... kenapa sih? Tanya melulu,” Fury manyun-in si Brow.

“enggak kenapa-napa, salam ya, buat Fany di alam sana.” Ucap si Brow sambil tersenyum.^-^

“ih,, aneh-aneh aja kamu,” kata Fury.

Brow berlari enteng meninggalkan Fury. Sementara di dalam WC tadi ada sesosok cewek yang memegang sepidol. Ia tersenyum menatap Asep Rusadi Ahmad alias si Brow, kemudian menghilang entah kemana. Hanya WC yang bau, upzzZ......, maksud saya hanya WC yang tau.


To be continued.........................


Story by Ellote.