De-Cret
^-^Telah
lulus sensor^-^
Nama
tokoh dalam karya fiksi ini tidak ada hubungan dengan dunia nyata
Jadi
jangan terlalu di fikirin kalo nggak mau cepet botak
Jadi
tolong diingat ini hanya sebuah karya fiksi
(bobohongan).
Tempat salah
satu perkumpulan putih abu-abu yang sudah terkenal keseluruh pelosok kota Karawang
, yaitu SMA Negeri I Pedes, ya walaupun lebih dikenal
dengan SMA Karangjati, yang disebabkan karena letak geografisnya di Desa
Karang Jaya. Disinilah bertahan hidup empat orang sahabat berstatus HiQuJo (hight quality jomblo),
orang-orang yang tergabung dalam kelas jurusan IPA (Ikatan Pelajar Asyiiiik).
Hari-hari
yang penuh sensasi mereka habiskan bersama. ke sekolah, ke kantin, ke warnet,
ke mesjid, ke Bayur, ke Rengas Dengklok, ke dalam WC (eh maaf yang ini mah engga) hampir selalu bersama. Bagaikan
pinang dibelah 4, walau tak lepas dari fakta bahwa mereka ini makhluk Tuhan
yang Gokil, mereka senantiasa mentaati tata tertib sekolah. Karena Terlambat masuk kelas jam 07 pagi walaupun
lewatnya setengah detik saja harus jadi “cleaning servis” WC menanti, yah itulah
kehebatan SMAN I Pedes, siswa terlambat, dapet hukuman bersihin WC.
Empat
orang aneh yang mempunyai hobi “MAEN PZ ” itu
adalah : 1. Asep Rusadi
Ahmadiah Habibie yang biasa di panggil Brow sama temen-temen,
padahal orang tuanya udah capek-capek bikin nama ala sunda tapi gak ke-pake
sama sekali. 2. Hadi Gunawan
Ellote Emanuelizbekhz, cowok yang
dikenal jutek dikalangan anak IPA, 3.Yadi Taulani Frizky Nugroho, cowok humoris yang agak nyeleneh dan 4. Jenal
Al-Habiburrohmanudin Syakieb, ci cowok
pinter yang kadang-kadang gokil n sedikit jaim. Nama mereka tidak cukup
dikertas absensi, jadi harus dipendekin
secara sengaja tanpa ada paksaan. Empat remaja imut ini mendirikan geng
yang berinisial nama yang gak jelas, geng “DE-Cret” kata yang salah pengucapan
dari “that’s Right” karena mereka yang
gak jago-jago amat ngomong bahasa nggris, that’s right jadi “de-Cret. Namun
ternyata sepertinya bukan mereka saja yang mendirikan geng, De-Cret adalah geng
yang paling panjang nama-nama anggotanya. Dan mereka bersahabat antar sesama
geng dalam perdamaian. Memangnya geng NERO? Yang suka nge-burning CD itu? Dih
amit-amit!
>>>>>>>
Asep Rusadi Ahmadiah Habibie, dipagi
ini sedang berjalan santai menuju kelas yang ia huni, yaitu XI IPA I. kelas
yang dikenal dengan kelas “beo” dikalangan guru-guru, karena siswa-siswi
yang hidup di dalamnya mempunyai mulut yang monyong (ya nggak lah!!!). Itu
karena orang-orang dari kelas ini banyak ngomong alias bawel.
hawa pagi nyaris membeku,
gemercik air terus-menerus turun dari tadi malam.
“wah, gue datang paling pertama di sekolah ini. Paling ganteng
di pagi ini” ujar Asep
(Brow) merasa telah mengalahkan matahari.
Sebenarnya anak ini selalu datang
pagi buta, dengan motor Tiger berwarna biru, motor yang sudah boncengin hampir
semua cewek anak English Clab (EC),
bukan karena dia play boy, tp karena hampir semua anak cewek menganggapnya
sebagai tukanG ojek (udah
rahasia umum) ^-^. Anak ini paling benci dengan kepalsuan (misalnya: uang
palsu, rambut palsu, gigi palsu dll), sedangkan NARKOBA (Nasi Rames, Kopi,
Bala-bala) adalah kuliner favorinya.
Ketika
itu ada makhluk aneh yang menyisir langkah Asep (Brow) di belakangnya. Dia adalah Hadi(ellote) dan Yadi TF yang datang
pagi-pagi demi mengincar ketepatan waktu dan menjaga title ‘DISIPLIN’ dijidat mereka.
“hai Brow, masih idup loe?” Hadi menyapa Asep dari belakang. Namun tidak ada reaksi kaget
darinya.
“masih idup, semangat banget kalian? Kesambet asep Surabi?” Tanya Asep.
“ah enggak. Kita Kalo pagi buta emang gini. Mau sarapan
disekolah cuy!” jawab Yadi.
“jomblo gak boleh kekurangan gizi. Empat sehat, lima sempurna,
enam belajar ngitung.” Kata Hadi.
“lu udah sarapan Brow?” tanya Yadi.
“udah di rumah, sebenarnya gue juga bawa bekal makan siang, tapi
tadi abis ditengah perjalanan kesini”
“dih bukannya bagi-bagi” yadi sewot.
“yaudah gue ke kelas dulu, gue piket nih! Mau bersihin WC cewek
n cowok!” kata si Asep(Brow) dan diapun langsung pergi.
“yah mentang-mentang kelas dia paling deket WC. Kita ke kantin
Had!”
ajak Yadi.
Disaat
jalan ke kantin, tiba-tiba seorang pemuda kusut mirip alien (meski saya belum
pernah liat alien). Dengan sepeda motornya melesat cepat. Nyaris mencium bokong
Hadi dan Yadi, tapi bisa dihindari dengan mudah karena mereka anak IPA. (apa
hubungannya ya?). dan ternyata Pembalap (pemuda berbadan gelap) yang kurang
ajar/wajib dihajar itu adalah Jenal.
“hey kampret! Lu nyaris nyeruduk bokong gue” teriak yadi.
Jenal yang udah markir motornya menyahut,
“sory, gue ga tau kalo
itu emang manusia!”
“lo piker kita bukan manusia? Makanya, kalo bawa motor itu
jangan kebut-kebutan. Itu bisa mempersingkat umur elu, man! komentar
Hadi (ELLOTE)
“iya iya sory! Duh gue belum sarapan, tadi Cuma makan tempe sama
minum susu doang. Kayak di iklan, tempenya gue puter, dijilat, terus
dicelupin,enak cuy!
“teu rame……!” komentar Yadi
“udah!, buruan sarapan! Gue pengen sarapan lagi,” ajak Hadi.
Setelah kenyang sarapan (lagi) di
kantin, mereka menuju kelas dengan gaya yang meyakinkan, mereka memasuki kelas.
JRENG_JRENG! De-Cret telah tiba! Dan melangkah hendak memasuki markas besar XI
IPA 1.
“Heiii.......WHOiiiii! Itu lantai udah capek-capek gue pel, malah kalian kotorin!
BUKA SEPATUNYA!!!”
salah seorang petugas piket
berwatak kasar memperingatkan (tepatnya mengusir) mereka diiringi sambitan sapu
plus sepatu. De-Cret langsung ditendang ke luar. Mereka buru-buru bergegas
melepas sepatu, dan akhirnya mendapat freepass memasuki kelas.
Oh iya hampir lupa, kita lihat
dulu, pekerjaan si brow
udah beres & WC-nya udah bersih apa belum.
“pagi
hari mentari emas telah melambai-lambaikan sinarnya. Pancarn kehangat abstrak
yang menjelmakan semangat dalam sukma para remaja belajar. Memberi semangat
yang tiada terjemahkan waktu. Tiada batas meraih ilmu. Meski umur dilahap semu.
Tataplah ilmu tiada batas. Created by Fany.”
Ucap si brow puitis. Dia membaca
pusi yang tertulis di dinding WC murid cewek.
“Fany. Penulis puisi ini? Jorok banget. Nulis puisi d dinding WC.
Tapi…romantis juga sih.”
Tba-tiba pintu dibuka,
“dasAR HDUNG BELANG!!!,” teriak
seorang cewek yang mau hang on di WC itu.
“eh eh, hidung gue gak
belang!”
protes si Brow sambil
menghindar dari cewek itu yang menuju keluar.
“pergi............!!!” BELEDUG!!! Suara pintu di tutup kencang dan menghantam
wajah si brow secara tidak terhormat.
>>>>>>>>
Hadi Gunawan Ellote Emanuelizbekhz adalah
anak yang paling misterius diantara De-Cret. Sebenarnya dia akrab dipanggil
Ellote. (entah dari mana nama itu berasal) Kedudukannya sebagai KM di XI IPA 1
dilengserkan secara hina dan tidk terhormat. Apalah artinya KM, jika kerjanya
hanya datang terlambat. Dalm satu mnggu dia pernah mencetak hatrick
keterlambatan. Hukuman dari seksi kebersihan dia terima. Seksi kebersihan
mengatakan bahwa Hadi harus membersihkan WC hingga septic tank bisa dipake ngaca.
Ih, sadis! Padahal rumah si Hadi ini
lumayan dekat dngan lingkungan sekolah, tapi justru karena dekat,dia selalu
menyepelekan keberangkatan dengan selalu berangkat sekolah mepet waktu bel
masuk. Itulah penyebab keterlambatannya. Namun disisi lain orang ini lihai
berbahasa inggris. Entah kenapa, mungkin ia berguru pada Barrack Obama. Pernah Mendaftar pertukaran pelajar 2 kali, gagal 3
kali. Dan ia pantang berbohong. Hobinya nonton gong show, animasi Naruto, dan
Opera Mini…eh Opera Van Java dan acara Tv lain yang berbau horror..eh, Humor! (salah melulu, yang ngetik naskahnya lagi
ngantuk kali).
Cowok yang ‘kebetulan’ menjabat sebagai sekretars
OSIS dan juga pemegang kuasa penuh terhadap SEKBID kesenian ini sedang single alias nge-Jomblo. Jadi
orang-orng banyak ingin mendaftar pada Hadi. Tp Bukan
ingin mendaftar jadi pacar dia, melainkan
mendaftar untuk mengrimkan hasil seni biar bisa di tempel di MADING sekolah.
Diantara para pendaftar, ada seorang cewek anak kelas X yang mengetuk pintu hatinya,
membuat Hadi merasa ada
gempa di jantungnya bila cewek itu didekat dia. Merasa bumi berputar lebih lambat jika dia melihatnya.
Merasa jantungnya berdegup seirama alunan musik merdu yang romantis jika dia
bersamanya, Cewek itu bernama Nikita Putry Raharja Diningrat. Hadi jatuh cinta pada pandangan
kedua. Loh....? kenapa........?Karena
yang ia pandang pertama kali secara tidak sengaja bukan nikita, tapi seorang
pendaftar yang ternyata banci.(ih amit-amit!).
Tanpa pikir
lagi, ia langsung mencari informasi tentang Nikita dari berbagai sumber. Langsung serching lewat Google, nyari Dari
daftar absensi anggota OSIS, kertas absensi kelas, kertas ulangan, kertas
contekan, bahkan juga dari kertas nasi bekas Nikita jajan. (lebay) karena itu Hadi jadi mudah
menjalin hubungan dengan Nikita hanya dalam waktu 3 hari.
Suatu hari saat pulang sekolah.
“hai Nik, pulang bareng aku yuk! Aku anter” ajak Hadi dengan ekspresi alis mata naik turun.^-^
“engga ah, ntar ngrepotin, kak,” Nikita menolak halus.
“emang pulang sama siapa?” basa basi Hadi perpanjang pembicaraan.
“aku dijemput papah, kakak emang gak ikut rapat OSIS?”
Tanya Nikita, mengingat bahwa
memang ada rapat inti OSIS disiang itu.
“emang ada rapat?” hadi pura-pura pikun dengan wajah salah tingkah.
Tiba-tiba ada suara melengking
dari arah mesjid sekolah.
“Woy…....!!! Sekretaris yang gak bertanggung jawab! Kapan rapatnya
mau dimulai??? Anggota udah kumpul semua nih!!!” suara Yadi membuka aib
Hadi yang udah
pura-pura pikun tadi.
“eh iya iya…” jawab Hadi sambil nyengir, ganggu aja ni (di jero hate padahal kesel pisan).
“ya udah kak, tuh papah udah dateng, aku pulang dulu ya^-^ “iya, hati-hati ya!” ucap hadi dengan so perhatian.
Perjuangan
belum berakhir, keesokan harinya, Hadi mulai curhat pada ke-tiga temannya.
“oh....... Nikita Putry yang anak sepuluh tujuh tea?” ucap si brow dengan gaya berfikir
menopang dagu.
“iya brow, tau kan?” Hadi balik nanya sambil memainkan botol green tea-nya.
“tau tau…yang bokapnya dagang cilok itu kan?” Brow menjawab yakin lalu
melahap bala-blala.
“dih bukan! itu mah si Riyanti!” protes Hadi.
“emang pedekate elu udah nyampe mana? Jenal yang dari
tadi asyik nyedot es jeruk ikut nanya.
“udah nyampe pedes!” Hadi asal jawab.
“yah elu becandanya jayus ah.”
“kenapa ga langsung nembak aja Had!?” Tanya Yadi yang saat itu lagi
ngemut permen kaki.
“oh iya ya,” Hadi langsung memasang wajah dengan penuh strategi.
“ya udah, met berjuang, gue mau balik ke kelas dulu!” kata si brow sambil membayar bala-bala tadi
“oh iya, ada PR biologi kan?” Tanya Jenal mengingatkn.
“eh iya ya, belum selesai kan?” Yadi Tanya balik.
“YUK LARI KE KELAS!” anak-anak ini berlari menuju ke kelasnya.
Saat pulang sekolah di hari yang
sama, Hadi sedang culak-cileuk
(apa ya bahasa Indonesianya?) mencari Nikita. Ia berniat mengungkapkan
perasaannya kepada Nikita. Tak lama kemudian, akhirnya ketemu.
“hai nik, kamu lagi buru-buru pulang?”
“enggak, kenapa emangnya?”
“kakak ada perlu sebentar sama kamu”
Hadi ngajak Nikita ke kantin dan
mentraktirnya. Si Hadi
ini baru dapat arisan, rupanya.^-^
>>>>>>>>>>>>>>Sesampainya
di kantin.<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<
“mau minum apa?”
“terserah kak Hadi aja deh,”
“ya udah, mang iis…jus melon dua!” Hadi menyebut nama pemilik kantin tempat mereka
ngobrol.
“eh tadi ada perlu apa kak Hadi?” Tanya Nikita sambil
meneguk minuman yang dipesan tadi.
“panggil aja kak Ellot, buat kamu gratis qoq.” ^-^
“^-^ …ada-ada aja ya, kak Ellot,” ucap Nikita Jenaka.
“oh ya, kamu rumahnya dimana?” tanya Ellot tanpa ragu,
Akhirnya
terlelap pada obrolan panjang. Dan karena sudah panjang lebar mengobrol, mereka
beranjak dari kantin dan menuju ke gerbang untuk pulang. Saat sedang berjalan,
mereka terlihat sungguh mesra. Ellot seolah-olah sudah menemukan arti hidupnya
(lebay). Tinggal selangkah lagi Nikita akan jadi ceweknya.
Pada saat
Ellot memikirkan hal
itu, Nikita bertanya.
“eh tadi kakak ada perlu sama aku bukan Cuma mau ngajak makan di
kantin aja kan? Apa hayo?”
“se…sebenarnya gini, kakak…aduh, gimana ngomongnya ya??? Susah.”
Keberanian ELLOT meleleh karena gugup.
“ Hai Niki.......!” tiba-tiba seorang cowok berhelm biru racing dengan
motor Kawasaki Ninja memanggil Nikita.
“nik......!”
“Hai kak Luki, tunggu ya!, ada urusan sebentar sama kak Ellot.” Wajah
Nikita jadi cerah saat melihat Luki.
“…..........................???” Ellot terdiam dan heran”
“kak Ellot…masih lama gak? Pacar aku udah manggil
tuh,”
BELEDUG! DUAR! BLANG! PELENTUNG! CEPROT! GUBRAG! Kira-kira
begitulah suara jantung Ellot
saat mendengar Nikita mengucapkan kata-kata yang bercetak tebal di atas. Dengan sisa sedikit keberanian dan sisa tenaga, Ellot mengucapkan kalimat
cadangan.
“se, sebenarnya gini…kakak cuman mau gingetin besok ada rapat
osis jam pulang sekolah, kasih tau teman-teman kamu ya! Yang gak hadir
dikelitikin.”
Ellot merasa hatinya telah binasa terhantam baling-baling kapal helikopter yang sedang berputar
kencang. Parahnya lagi, ternyata Ellot gak tau bahwa Nikita udah punya cowok.
“duh…kak Ell ini ada-ada aja dech.^-^ Masa bilang itu
aja susah?” ujar Nikita Polos.
“ya Udah deh, itu aja, kamu boleh pulang sekarang.”
Kata-kata Ellot seakan-akan campuran dari segala perasaan
yang tak menentu 20% sebel, 20% sedih, 20% kaget, 20% gemes, dan 20% diskon.
(maksa...!).
“oke!, sampai jumpa, ya kak!”
Nikita kemudian dibawa pergi oleh
pacarnya. Luki Sagara.
Sedangkan Ellot menatap
kekosongan tempat mereka berlalu. Tiba-tiba seseorang memegang pundak Ellot dari
belakang.
“sabar Had,
paling nggak lo beruntung karena dia gak tau perasaan lo.” Kata Yadi memegang pundak Ellot tadi.
“live must go on, cewek bukan dia saja” komentar
dari si brow.
“ayo kita balik, gue harus jaga konter!” ajak Jenal.
Ellot terdiam sejenak menatap ketiga sahabatnya.
“paling nggak gue masih punya kalian! Hahha. Ayo balik! Banyak
pe-er!”
Ia pun bersikap ceria dibalik
sedih. Seperti api dalam balok es.
>>>>>>>>>>
Yadi Taulani Frizky Nugroho, manusia
paling Gokil dantara De-Cret yang lainnya. Sekilas dilihat wajahnya kolot tapi
umurnya emang paling kolot dintara De-Cret. (gak penting) Memiliki hobi
tertawa. Penampilannya yang selalu kusut merupakan cirri khasnya. Unggul dalam
beberapa pelajaran tertentu. Dialah anggota De-Cret yang palig lama nge-jomblo
setelah si Asep(brow).
Dan tampaknya di waktu istrahat ia sedang memakan bakso di kantin. Saat itu brow datang, siap
memesan makanan dengan uang berwarna merah, hjau, biru dalam dompetnya.
“cuy, lu gak ngajak-ngajak, makan sendirian?” Tanya brow
“ah
helu huga halo mahan gah ngahak-ngahak!” jawab Yadi sambil ngunyah
bakso panas.
“betewe, mana makhluk peliharaan kita? Si Jenal sama si Hadi?”
“si Jenal tadi lagi ngecengin cewek anak kelas dua belas, si
Hadi lagi dikejar-kejar fansnya sampe ke WC.”
Tiba-tiba si brow bersn,
“HUACIH!” semburan limbahnya mengenai bakso yang sedang
dimakan Yadi.
“waduh Brow!!! Lu udah nyebarin virus ke dalam makanan gue!!!” Yadi sewot
“eit, sory man!, gue nggak sengaja, bersin kan gak bias di
predksi, kalo gempa bisa.”
“ah elu brow!!! Mie gue jadi seken!” ucap Yadi sambil manyun.
“seken? Lo piker hape??”
“beliin gue satu porsi lagi!”
“oke oke, gampang! Mang iis!!! bakso special dua porsi oke!
Jangankan semangkok mie, kantinnya juga bisa gue beli Yad!” ujar brow bangga.
“eh betewe, kasihan juga ya si Ellot kemarin, ternyata si Nikita
udah punya cowok.” Brow
buka pembicaraan.
“wah itu sih DEDI alias derita dia brow,” ucapan YAdi dilanjutkan dengan
meneguk es teh yang di pesan si brow tanpa rasa bersalah.
“woy.......!!!, ngomong sih ngomong, tapi es teh gua tuh…” protes
si brow.
“hehehe” Yadi cuman nyengir.
“lo juga sebaiknya nyari cewek juga Yad!” lanjut
si brow. Jangan gelut sama rumus terus, tar otak lu nyengsol!”
“sebenarnya gue udah punya inceran brow,” wajah Yadi mulai serius.
“what...??? Tampang kos pelawak kitu
punya inceran???”
“yeh sompret!, serius sob.”
“siapa orangnya? Cewek or cowok???” Tanya si
brow sedikit ngece.
“tar deh lo liat sendiri.”
“ooh ya udah deh, sekarang isi perut dulu!, met dahar!”
Pas udah bel jam pelajaran
terakhir, Ellot dan Jenal pulang naik Suzuki karimun Estilo
berwarna hijau punya si Ellot
yang dapet dari hadiah gosok ale-ale,
sedangkan Yadi
yang kebetulan gak bawa kendaraan hendak nebeng Tiger birunya si brow. Yadi dan brow berjalan dengan santai menuju tempat parkir.
Tanpa disengaja, Yadi bertabrakan dengan seorang cewek anak kelas X.
“ups, maaf gak sengaja,”
“ah gak apa-apa, aku juga nggak hati-hati” jawab
cewek itu.
“loh, kamu kan Gita Pharamita dari kelas sepuluh satu, kan?” brow ternyata tau nawa cewek itu.
“iya,” jawab Gita heran dan sedkit malu.
“serius? Yang dapet penghargaan sebagai siswi yang paling aktif
waktu MOS?” ucap Yadi
penasaran.
“iya, eh maaf ya kak, aku lagi buru-buru.”
“ya, sampe jumpa,” kata si brow.
Di perjalanan di atas motor si brow,
Yadi langsung
mengeluarkan unek-unek dalam hatinya.
“itu tadi brow cewek inceran gue!”.
“hah? Si Gita yang tadi itu?” brow keheranan.
“iya brow, dia cakep ya!”
“iya, mirip nenek gue waktu Teenage. Terus gimana rencana elo?”
“besok mau langsung gue uber! Gue gak bakalan berakhir tragis
dan ironis kayak si Ellot. Lagi pula gue bisa nebak sikapnya si Gita tadi.
Kemungkinan dia suka sama gue” ujar Yadi yakin.
“hmmm guee dukung deh, tar gue tunggu nasi uduknya.”
“yaelah…,lo makanan mulu.”
Esok
haripun tiba. Di hari yang panas terik ini, De-Cret tampak tidak bersemangat.
Terutama si Ellot yang
konon katanya trauma dengan kejadian kemarin-kemarn. Yah apa boleh buat,
kotoran kambing bentuknya bulat. Ellot memang kurang memperhtikan targetnya, tak dissangka Luki Sagara (teman main ular tangga Ellot semasa kecil) adalah
cowoknya si Nikita.
Ketika berjalan-jalan dari kelas
menuju ruang UKS, banyak cewek-cewek fans De-Cretz yang menghadang mereka.
“kang Jenal! Kak Ellot! Mas Yadi! Aa Brow,” aaaa......!!!
Teriakan
fans-fans
De-Cret antusias menyambut mereka. Ada yang meminta tandatangan kang Jenal, ada yang tergila-gla sama a ellot, ada yang minta dicium
mas Yadi dan ada juga yang nganjuk
pulsa sama aa Brow. Si
donatur pulsa De-Cret.
Dan
ternyata dugaan Yadi
benar, yang ia bincangkan dengan Brow kemarin tentang Gita. Dia ternyata naksir sama Yadi Taulani Frizky Nugroho.
Saat di kerumunan Fanz-fanz De-Cretz, diantara
fans’y Yadi, ada cewek nekat nyatakan
cinta. Dan Parahnya, pada saat itu gita menyaksikan kejadian di hari itu.
Kejadian yang tidak sesuai harapan Yadi.
“aa Yadi, mau gak jadi cowok aku?” tanya cewek tadi yang
nekat.
“cieeeeeeee…” sindir Brow, Ellot dan Jenal.
“ih, diem kalian, tuyul-tuyul! Ehm…gimana ya?”
Ketika itu YAdi melihat Gita pergi
meninggalkan kerumunan fans De-Cret dengan wajah pundung. Oh tidak, lalu
Yadi melepaskan
diri dari kerumunan fansnya dan mencari-cari Gita. Tapi sialnya, pencariannya
tidak ada hasil. Sedangkan cewek yang tadi nembak itu dikacangin sama si Yadi. Tapi tiga anggota De-Cret yang lain
malah enjoy menikmati ketenarannya masing-masing.
“uh sial.........!” ucap Yadi kesal sambil memukul tembok. Dan ia meringis kesakitan
“aduuuuuh”
Yadi kembali setelah waktu istirahat berakhir. Pastilah dengan
wajah kusut andalannya. Hanya saja kali ini wajahnya lebih kusut dari benang
kusut dan lebih jelek dari amoeba.
“si Yadi gak biasanya, siaga satu Had, sebelum gunung merapi
meledak.” Bisik Jenal
ke Ellot
“heu’euh, setuju!” jawab Ellot, Lalu mereka berdua pergi ke ruang osis
meninggalkan Yadi sendiri.
Nah, pas pulang sekolah si Yadi mau menjelaskan rasa
yang ia rasakan sesungguhnya kepada Gita. Dan menjelaskan juga bahwa kejadan di
waktu istirahat tadi tidak di rekayasa. Ya memang! Pokoknya si Yadi menolak cinta dari
cewek tadi, meskipun tidak terlisan.
Nah, tu dia Gita
ketemu! Jangan sampai lolos Yad! Dalam hati yadi.
Saat Yadi sudah mendekti Gita yang berbelok menuju koridor depan, deket ruang piket Guru, ada seseorang yang
brjalan sambil memanggil menghampiri Gita lebih dulu daripada Yadi. Seprtnya dia
teman deket Gita, Yadi menahan langkhnya, mendengar suara
perckpan.
“ku pengen kamu tau Ta, aku suka kamu, dan aku sayang kamu.” Suara
seorang cowok.
“sialan...!!! Siapa itu yang nembak
si Gita?” teriak Yadi
dalam hati,
Ternyata cowok itu adalah Umar Hasanudiansyah, cowok gondrong
yang selalu berhsil meloloskan diri dari razia rambut (rambut kepala, bukan
rambut yang lain!)
“ehm…gmana ya…?” Gita tampak ragu dengan keadaan ini. Mungkn
ia tak tahu kalau Yadi
menolak cewek tadi. Sehingga dia
merasa tidak akan punya kesempatan untuk menjadi ceweknya a Yadi.
“Gita…........” Umar Hasanudiansyah berkata penuh pengharapan sambil menatap
wajah Gita penuh arti.
“m....... i……iya, aku terima.” Wajah Gta menunjukan senyum.
Umar Hasanudiansyah juga tersenyum.
Saat Yadi mendengar apa yang diucapkan Gita,
hatinya serasa muruluk bagaikan debu. Jantungnya berdetak-detak pertanda
dia masih hidup. Sedangkan tarikan nafasnya menjadi 3x lipat lebih cepat. Keringat dingin sedingin balok es batu
brsuhu 2500 kelvin keluar
menetes dari pori-pori keningnya. Pergelangan tangan dan kakinya bergetar
seperti HP.
Kemudan Gita dan Umar berdua
pergi tanpa menyadari kehadiran YAdi saat itu. Dan karena Yadi tidak mau mengganggu kebahagiaan Gita, ia
tidak mengejarnya. (so sweet)
Yadi berjalan putus asa menuju motor Suzuki Smash-nya dan pulang
dengan kecepatan kuda lumping ngamuk sebagai pelampiasan perasaannya.
Ketika itu, sisa anggota De-Cret
yang masih bertahan hidup melihat keadaan Yadi.
“kenap lagi tuh anak?” kata Ellot sambil minum jus melon.
“pasti gra-gara kejadian pas istiraht tadi,” kata Jenal. Sambil
ngemut permen kaki.
“udah deh,jangan dulu nyamperin dia, tar bisa-bisa muka kita
babak belur.
Had, Nal,
kita balapan ah! Di bunderan yang mau ke cibuaya tea, yang kalah besok mesti
traktir soto ayam plus es teh!” kata si Brow sambil menunjukan ekspresi lapar yang bisa
muncul kapan saja.
“okay!” jwab Ellot dan Jenal.
Mereka menuju tempat parkir.
Mereka merasa tak perlu ikut campur urusan Yadi. Karena yakin bahwa suatu saat dia akan
menemukan cintanya.
>>>>>>>>>>
Di
malam yang sunyi................
“Astagfirulloh............!!!”
Brow terbangun dari tidurnya di ruang Osis SMANSAP, (walau dia bukan
anggota OSIS seperti ketiga sahabtnya) malam ini dia menginap di sekolah.
“huh…! Cuman mimpi. Ada di stasiun mana tadi…?, padahal gue
harap bisa mimpiin sang penyair WC yang suk nulis pusi di tmbok toilet.”
Kemudian dia melanjutkan tidurnya
untuk terbangun lagi pagi nanti.
Keesokan
harinya............
“huuuh… gue mimpi tadi malem kalian berdua tewas ditabrak kereta
api. Ellot ditbrak
kereta api muatan barang, Yadi
ditabrak Argo Bromo, Jenal
sama gua doang yang hampir ketabrak”. Kata si Brow saat De-cret kumpul di waktu istirahat.
“kenapa nggak Honda jazz aja yang nabrak gue? Pilih mimpi yang
bagusan dikit ke?” bacot Ellot
“apa artinya ya?”
kata-kata Jenal
penuh Tanya??
“mungkin artinya lu harus menyelamatkan diri. Diantara kita cuman
lu berdua doang yang belum gagal cinta. Di dalam mimpi aja lu berdua doang yang
belum ketabrak kereta api”. jelas Yadi.
“ah gue mah bodo amat, cuman mimpi” Jenal dengan
cueknya.
“tapi menurut gue ada benarnya juga Yad, mungkin gue gak bakal
gagal kayak kalian kalo masalah cewek.” Saut Brow
Singkat cerita,
Kemudian Brow lari menuju WC hendak berekskresi membuang
sisa metaolisme disana. Tapi saat sedang menuju WC, dia melihat seorang cewek
sedang memegang sepidol di depan tembok sebelah WC cewek. Seperti berniat untuk
menulis di tembok tersebut, Brow
kaget dan berniat untuk memanggilnya.
“hei! Kamu Fany, kan? Sang penyair tembok WC?”
Cewek itu kaget dan langsung
pergi menuju belakang kelas yang sepi dan kosong. Brow mengejarnya. Namun Berkali-kalipun Brow mengejar , cewek itu selalu menghindar. Nah,
pas cewek itu berbelok menuju belakang kelas yang lain, Brow sudah hafal betul kalo di situ adalah
jalan buntu yang 100% tidak akan bisa melarikan diri. Tapi Saat Brow menghampirinya, tidak ada siapapun
disana. Hanya sepidol tergeletak dengan tutup yang terbuka. Dan ada sebuah
tulisan misterius yang tertulis diatas lantai.
“aku hanyalah sebuah
kebohongan dalam kenyataan. Keberadaanku hanyalah titik-titik embun di pagi
hari. Fany Irmawati Sukmawanihardza.”
Brow membaca tulisan di atas lantai itu.
“sulit dipercaya…” kata si Brow dengan seribu Tanya dalam benaknya. Sampai
sempat lupa kalo dia mau buang air.(padahal
lagi mules banget) Dia segera berlari menuju WC setelah membwa sepidol yang
tergeletak tadi. Setelah puas membuang hajat, dia
langsung melihat tembok WC yang ada tulisan puisi kemarin.
“apa....???,,,mustahil..!!! Puisinya hilang?” teriak si Brow, dia benar-benar kaget
dan merinding. Apkah yang ia lihat beberapa menit lalu itu juga adalah hantu??? Hantu seorang cewek yang suka
corat-coret...???
“Oh…………iya, gue lupa!!!, kemarin kan tembok ini baru di cet
lagi…hehehehe”
Dasar si Brow! Kenapa bilang gitu? Padahalkan pembaca udah tegang
karena cerita mulai berbau horror.^-^
Setelah itu Brow segera keluar sebelum ada suara yang menyebutnya ‘hidung
belang’. Dia langsung pergi ke ruang BP dan bertanya pada ibu Nurul,
guru BP yang baik hati dan tidak sombong.
“bu mau Tanya, siswi yang namanya Fany Irmawati
Sukmawanihardza, dia anak kelas berapa?”
“Fany? Ngawur kamu! Wong dia udah meninggal 1 tahun yang lalu” jawab
ibu nurul.
“hah...??? apa!? Masa?
Ilok? Piraku? Kenapa dia meninggal bu?” Tanya si Brow tegang.
“dia sakit,
kanker paru-paru, dan dia di temukan meninggal di dalam wc murid cewek” Jelas Bu Nurul.
“jadi…dia udah nggak sekolah lagi di sini?”
“ya iya lah nak Asep” (karena para guru tidak
memanggilnya dengan sebutan Brow)
“Hm…ya udah, mkasih bu,” ujar si Asep yang kemudian pergi dari ruang BP.
Esok
harinya, sekitar jam 06.45 pagi, si Brow berjalan menuju WC misterius itu. Membawa sepidol yang kemarin.
Saat tiba disana, pintu WC tertutup. Sebenarnya ia hendak mengembalikan sepidol
itu kepada arwah Fany. Ia
melempar sepidol itu lewat lubang ventilasi WC.
“............PELETUK!!! Sepertinya sepidol jatuh
mengenai makhluk hidup.
“aduh!!! Siapa di luar? Iseng banget sih!” teriak
cewek di dalam WC.
Si Brow kaget ½ mati,
“hah...!!! ya ampun! maaf, kirain gak ada orangnya.”
Kemudian pintu WC terbuka. Dan
lagi-lagi mengagetkan si Brow.
“Fa........fany???”
Tanya si Brow heran!.
“Fany itu sodara kembar aku! Dia udah meninggal!, kata cewek itu judes dan
kemudian berjalan keluar.
“ja,,,,, jadi kamu sodara kembar Fany? Pantesan mirip.” Tanya si Brow, dan Cewek
tadi hanya bersikap jutek sambil melanjutkan langkahnya.
Brow kemudian memasuki WC cewek. Anehnya dia tidak menemukan
sepidol yang ia lemparkan tadi. Entah kemana perginya. Ia benar-benar heran
dengan kejadian ini. Mungkinkah ini ada hubungannya dengan mimpi yang pernah ia
alami sebelumnya?
Kalau begitu apa hubungannya kereta api dengan WC? Setelah sejenak berfikir, Brow langsung berlari dari WC
itu dan mengejar cewek tadi.
“ehm, maaf, siapa nama kamu?” Tanya si Brow
“Fury Irmawati S, emang kenapa?”
“kamu bener bukan Fany? Pertanyaan yang memaksa.
“bukan...!!!, ih... kenapa sih? Tanya melulu,” Fury manyun-in si Brow.
“enggak kenapa-napa, salam ya, buat Fany di alam sana.” Ucap si Brow sambil tersenyum.^-^
“ih,, aneh-aneh aja kamu,” kata Fury.
Brow berlari enteng meninggalkan
Fury. Sementara di dalam WC tadi ada sesosok cewek yang memegang
sepidol. Ia
tersenyum menatap Asep Rusadi
Ahmad alias si Brow,
kemudian menghilang entah kemana. Hanya WC yang bau, upzzZ......, maksud saya hanya WC yang tau.
To be
continued.........................
Story by Ellote.
